MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan Angkatan 135 di Kabupaten Malang pada 17–19 Desember 2025. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang merupakan anggota Brigade Pangan dari Kabupaten Malang.
Pembukaan pelatihan dilaksanakan Rabu (17/12/2025) bertempat di Ruang AOR BBPP Ketindan yang dihadiri oleh Kepala BBPP Ketindan secara daring, bersama Ketua Tim Kerja Pelatihan Aparatur dan Non Aparatur, Ketua Tim Kerja Evaluasi dan Pelaporan,dan Widyaiswara BBPP Ketindan
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial peserta, khususnya dalam pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penguatan usaha tani, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan, Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian. Program Brigade Pangan merupakan bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.
“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” kata Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.
“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah,” katanya.
Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah. Dalam sambutannya, Nurul menegaskan bahwa pelatihan Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian nasional.
“Pelatihan Brigade Pangan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional, sebagaimana program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Brigade Pangan diharapkan menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan di tingkat desa melalui penerapan teknologi pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Nurul.
Lebih lanjut, Nurul menyampaikan bahwa tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, peningkatan kebutuhan pangan, hingga pentingnya regenerasi petani.
“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis dan keterampilan praktis, tetapi juga didorong untuk memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu menjadi petani milenial yang inovatif dan profesional,” tambahnya.
Pelatihan Angkatan 135 ini menghadirkan para widyaiswara BBPP Ketindan yang kompeten di bidangnya. Ahmad Dedy Syathori menyampaikan materi pengenalan, pengoperasian, dan perawatan Traktor Roda 4 (TR4). Dewi Melani membawakan materi pengenalan, pengoperasian, dan perawatan Traktor Roda 2 (TR2) serta combine harvester, sedangkan Asep Koswara memberikan pembekalan terkait catatan usaha tani, termasuk pencatatan keuangan, penyusutan alsintan, dan pengelolaan transaksi usaha.
Nurul juga berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini secara optimal.
“Manfaatkan setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh, berdiskusi aktif dengan fasilitator, serta berbagi pengalaman di lapangan. Pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang, tidak hanya bagi diri peserta, tetapi juga bagi keluarga dan terwujudnya desa yang mandiri pangan,” pesannya.
Melalui pelatihan ini, BBPP Ketindan berharap, anggota Brigade Pangan mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran di wilayah masing-masing dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Humas BBPP Ketindan













