MIMIKA — Upaya peningkatan kapasitas petani di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali dilakukan melalui kegiatan penyuluhan pertanian yang dipandu oleh penyuluh setempat. Kegiatan penyuluhan difokuskan pada pelatihan budidaya kangkung dan jagung, dua komoditas yang dinilai potensial dikembangkan oleh masyarakat pesisir Kampung Kadunjaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, yang dipandu oleh Imam Suaeri, penyuluh yang aktif mendampingi kelompok-kelompok tani di Distrik Wania.
Pelatihan budidaya sayuran ini berlangsung sederhana namun penuh antusias pada Jum’at (5/12/2025). Diikuti oleh anggota Kelompok Tani (Poktan) Tupukamaro, yang dipimpin oleh Paskalina. Pelatihan dasar ini dimulai dari penyiapan lahan, teknik persemaian, hingga pemeliharaan tanaman kangkung dan jagung.
Imam Suaeri menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan permintaan langsung dari petani yang ingin belajar bercocok tanam agar lebih terarah dan teratur.
“Mereka ini berasal dari daerah pantai, dan baru mulai belajar menanam. Karena itu, kita berikan materi dasar yang mudah diikuti, seperti cara menanam kangkung yang cepat panen dan perawatan jagung yang sederhana. Harapannya, mereka bisa menghasilkan sayuran untuk kebutuhan keluarga dan bahkan dijual di pasar lokal,” ujar Imam Suaeri.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan cara membuat bedengan sederhana, penanaman benih jagung dengan jarak tanam ideal, serta teknik menebar benih kangkung yang benar. Suaeri juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar kampung sebagai pupuk dasar, sehingga petani dapat memulai usaha taninya tanpa beban biaya besar.
Ketua Poktan Tupukamaro, Paskalina, menyampaikan apresiasi yang besar atas perhatian penyuluh. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru bagi masyarakat pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
“Kami sangat senang karena baru pertama kali mendapatkan pelatihan menanam kangkung dan jagung. Selama ini kami hanya tahu dari cerita, tapi belum pernah mempraktikkan langsung. Dengan bimbingan penyuluh, kami jadi lebih percaya diri untuk mulai menanam di pekarangan dan lahan yang ada di sekitar kampung,” ungkap Paskalina.
Ia juga menambahkan bahwa Poktan Tupukamaro berkomitmen untuk mencoba menanam bersama-sama, sehingga hasilnya dapat terlihat dalam beberapa minggu ke depan, terutama kangkung yang dikenal cepat panen.
Melalui kegiatan ini, diharapkan petani pesisir Kadunjaya dapat mulai mengembangkan kebiasaan bertanam sebagai sumber pangan tambahan bagi keluarga sekaligus peluang usaha kecil. Program penyuluhan seperti ini menjadi langkah awal bagi penguatan ketahanan pangan lokal di kawasan pesisir Kabupaten Mimika.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan p.ertanian.
Penyuluh adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan petani dan memahami kondisi riil di lapangan, berperan dalam mengatasi masalah petani menuju kedaulatan pangan,”tegas Mentan Amran.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menuturkan bahwa peran penyuluh sangat vital dalam mendampingi petani. Salah satunya upaya dalam swasembada pangan. Ia menggarisbawahi betapa pentingnya peran penyuluh untuk mencapai ketahanan dan swasembada pangan. Imam Suaeri/ Asep Koswara*












