KEDIRI — Kesadaran petani Kelompok Tani (Poktan) Tamansari, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, terhadap pentingnya penggunaan pupuk organik terus meningkat. Perubahan pola budidaya ini didorong oleh pemahaman akan manfaat jangka panjang pupuk organik bagi kesuburan tanah dan kesehatan tanaman.
Sebagai upaya mendukung pertanian ramah lingkungan, penyuluh pertanian setempat memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik berupa asam amino dan IMO cair kepada anggota Poktan Tamansari. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali petani dengan keterampilan memproduksi pupuk organik secara mandiri.
Hasil dari pelatihan tersebut kemudian diaplikasikan pada lahan pertanian milik Poijan, salah satu anggota kelompok tani, Selasa (6/1/2025), sebagai demplot percontohan.
Aplikasi pupuk organik ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani lain untuk mulai beralih ke penggunaan pupuk organik.
Penyuluh pertanian setempat, Ayu Tifani, menyampaikan bahwa penggunaan pupuk organik asam amino dan IMO cair memiliki peran strategis dalam memperbaiki kesuburan tanah sekaligus meningkatkan kesehatan tanaman.
“Pupuk organik ini tidak hanya menambah unsur hara, tetapi juga membantu mengaktifkan mikroorganisme tanah sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi secara lebih optimal,” ujar Ayu.
Ia menambahkan, pupuk organik asam amino dan IMO cair berfungsi sebagai sumber tambahan nutrisi nitrogen, membawa unsur hara medium ke dalam jaringan tanaman, serta berperan penting dalam metabolisme tanaman.
Dengan penambahan pupuk organik ini, Ayu berharap tanaman padi mampu menghasilkan anakan lebih banyak, memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangan penyakit, serta mampu meningkatkan produktivitas hasil panen petani.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas pertanian nasional.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pendidikan nonformal sebagai sarana pemberdayaan petani dan masyarakat.
SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” jelas Santi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pertanian yang lebih sehat, efisien, dan ramah lingkungan di wilayah Kota Kediri. Ayu Tifani/ Humas BBPP Ketindan












