MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan kembali menggelar kegiatan Bertani on Cloud (BOC) Volume 336 pada Kamis (8/1/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Smart Farming untuk Petani Milenial: Efisien, Produktif dan Menguntungkan.”
BOC Vol. 336 menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang pertanian modern. Narasumber pertama, Nunung Nurhadi, Widyaiswara Ahli Madya BBPP Ketindan, menyampaikan materi “Smart Farming Solusi Pertanian Masa Depan.” Sementara itu, narasumber kedua, Fatkhul Ilma, Petani Muda asal Kabupaten Bojonegoro, memaparkan materi “Smart Farming: Efisien, Produktif, dan Menguntungkan.”
Kegiatan yang dilaksanakan oleh BBPP Ketindan ini diikuti oleh para penyuluh pertanian, pengurus KTNA, FK-P4S, Duta Petani Milenial, serta sobat tani dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini tengah berada dalam era transformasi digital yang menuntut pemanfaatan inovasi dan teknologi. Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, meningkatnya biaya produksi, serta tuntutan kualitas hasil yang lebih tinggi menjadi alasan pentingnya penerapan pertanian cerdas atau smart farming.
“Smart farming merupakan penerapan teknologi seperti sensor, Internet of Things (IoT), data cuaca, aplikasi digital, hingga otomatisasi dalam pengelolaan pertanian. Teknologi ini membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat, sehingga pertanian menjadi lebih efisien, produktif, dan menguntungkan,” tegas Santi.
Hal ini sejalan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di berbagai kesempatan yang mendorong petani Indonesia untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung swasembada pangan nasional.
“Metode smart farming dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi canggih seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan untuk memantau kondisi tanaman secara real time,” ungkap Amran.
Lebih lanjut dijelaskan, penerapan smart farming memberikan tiga manfaat utama. Pertama, meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, dan pestisida sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Kedua, meningkatkan produktivitas melalui pengelolaan berbasis data yang akurat untuk menekan risiko gagal panen serta menjaga kualitas hasil. Ketiga, meningkatkan keuntungan ekonomi melalui biaya produksi yang lebih terkendali, peningkatan hasil panen, dan terbukanya akses pasar digital.
Dalam sambutan penutup, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menegaskan bahwa pertanian saat ini harus bertransformasi menjadi sektor yang efisien dalam penggunaan sumber daya, produktif dalam hasil, serta menguntungkan secara ekonomi. Ia menekankan peran strategis petani milenial sebagai agen perubahan yang mampu menjadikan pertanian sebagai sektor yang modern, menjanjikan, dan membanggakan.
“Kami harap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari BOC Vol. 336 ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lapangan, dibagikan kepada petani lainnya, serta dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah masing-masing, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” pungkas Nurul. Humas BBPP Ketindan












