Tingkatkan Kapasitas, Gapoktan Kabupaten Blitar Studi Lapang di UPT Pelatihan Kementan

Batu – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menerima kunjungan dan studi lapang dari 75 orang pengurus 14 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan penyuluh pertanian se-Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada Selasa (11/2/2026).

Kegiatan ini sejalan dengan agenda penguatan kapasitas petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu pilar utama dalam transformasi sektor pertanian nasional. Mentan Amran menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian memfokuskan transformasi pada lima bidang strategis, salah satunya adalah penguatan dan peningkatan kualitas SDM pertanian.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya peran teknologi dan pengembangan SDM unggul dalam menjawab tantangan sektor pertanian ke depan.

“Pertanian ke depan harus menjadi sektor yang tangguh, modern, dan berdaya saing. Kunci keberhasilannya ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan SDM unggul,” ujarnya.

Kunjungan 75 pengurus gapoktan ini dilaksanakan di sela masa senggang menjelang panen padi. Saat ini, tanaman padi di wilayah Gandusari memasuki fase berisi dan mulai menguning. Sebagian petani diperkirakan akan mulai panen pada pertengahan bulan puasa mendatang. Momentum tersebut dimanfaatkan para pengurus gapoktan untuk melakukan kegiatan produktif, yakni menambah wawasan sekaligus penyegaran melalui studi wisata edukatif ke BBPP Batu.

Dalam kegiatan studi lapang tersebut, fokus utama materi diarahkan pada hilirisasi peternakan, yakni proses pengolahan produk mentah seperti daging, susu, dan telur menjadi produk olahan bernilai tambah dan memiliki daya saing pasar lebih tinggi. Peserta diperkenalkan pada berbagai peluang pengolahan hasil ternak, termasuk pemanfaatan hasil samping dan limbah ternak menjadi produk ekonomis seperti biogas, bio urine, dan pupuk kompos.

Widyaiswara BBPP Batu, Eko Saputro dan Kresno Sugiharto, memandu peserta memahami bahwa hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperluas pasar, serta memperkuat ketahanan ekonomi petani di tingkat lokal.

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika para peserta mengikuti praktik langsung pembuatan burger ayam dan burger susu. Praktik ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar petani, sekaligus membuka wawasan tentang diversifikasi produk olahan asal hewan yang lebih modern dan sesuai dengan selera pasar.

Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya melihat proses produksi, tetapi juga memahami aspek kemasan, penyajian, serta potensi pemasaran produk olahan. Konsep ini diharapkan dapat menginspirasi petani untuk tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi berani masuk ke tahap pengolahan agar memperoleh margin keuntungan yang lebih besar.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang mendampingi rombongan, Guritno, menyampaikan bahwa materi hilirisasi menjadi hal baru yang sangat relevan bagi petani.

“Kami jadi memahami bahwa hasil ternak tidak harus dijual dalam bentuk mentah. Jika diolah dengan baik, nilainya bisa meningkat dan peluang pasarnya lebih luas,” ujarnya.

Kunjungan yang dilakukan di sela masa senggang menjelang panen padi ini pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan penyegaran. Studi lapang tersebut menjadi ruang belajar nyata bagi para pengurus gapoktan untuk melihat langsung bagaimana konsep hilirisasi peternakan dapat diterapkan sebagai strategi peningkatan pendapatan dan daya saing usaha tani ke depan. BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *