Dukung Swasembada Pangan, Pemuda Tani Sambas Dibekali Kompetensi Wirausaha Pertanian

Sambas – Pelatihan Bagi Pemuda Tani Mendukung Swasembada Pangan yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu resmi ditutup pada Jumat (5/6) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 20 pemuda tani mendapatkan pembekalan kompetensi teknis dan kewirausahaan untuk mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mempercepat pembangunan pertanian nasional dan mewujudkan swasembada pangan.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas,” tegas Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan nonformal memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.

“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Santi.

Pada hari terakhir pelatihan, peserta menyusun rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di wilayah masing-masing. Selain itu, dilakukan evaluasi akhir guna mengukur peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat regenerasi petani dan mencetak sumber daya manusia pertanian yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian masa depan. Generasi muda diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelaku budidaya, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pertanian yang bernilai tambah, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun jejaring usaha yang berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing dengan mendorong adopsi inovasi pertanian, meningkatkan produktivitas usaha tani, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan generasi muda diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada petani lainnya sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan pertanian di Kabupaten Sambas,” ujar panitia daerah saat penutupan kegiatan.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas generasi muda sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. Kehadiran wirausaha pertanian muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan sektor pertanian sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *