MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui penyelenggaraan Pelatihan Agribisnis dan Urban Farming Inovatif. Kegiatan ini sejalan dengan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan mendorong percepatan swasembada pangan nasional.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, BBPP Ketindan bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dalam penyelenggaraan pelatihan yang berlangsung sejak 26 November hingga 5 Desember 2025. Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas dosen dan pranata laboratorium pendidikan (PLP) dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat pengetahuan, keterampilan dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan manajemen agribisnis, konsep urban farming dan pertanian organik secara inovatif, efisien dan berkelanjutan yang semakin relevan dalam menjawab tantangan peningkatan produksi pangan di kawasan perkotaan maupun daerah terbatas lahan.
Salah satu materi penting yang diberikan adalah menganalisis kinerja bisnis, yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 32 Tahun 2017 Bidang Manajemen Agribisnis. Materi ini menyampaikan caa menganalisis kinerja bisnis yang disampaikan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, pemecahan studi kasus, serta penugasan individu yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam aspek manajerial agribisnis oleh Adhis Millia Windhy, Widyaiswara BBPP Ketindan.
Melalui pembelajaran tersebut, peserta dilatih untuk mampu melaksanakan analisis laporan keuangan, menerapkan perangkat analisis keuangan, mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan keuntungan, serta mengembangkan strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan sektor pertanian nasional.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegasnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, turut menyampaikan bahwa pendidikan dan pelatihan nonformal memiliki peran besar dalam meningkatkan kapasitas petani dan masyarakat pertanian.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat terus memperkuat kualitas SDM pertanian di berbagai daerah, termasuk Papua Barat, sekaligus mendukung akselerasi pembangunan pertanian yang modern, berdaya saing, adaptif, dan berkelanjutan. Adhis Millia W.*













